Waspada! Penyakit Serius Bagi Yang Suka Mewarnai Rambut

Bagi yang suka mewarnai rambut berhati-hatilah karena penyakit serius akan mengintai kehidupan anda.

Pewarna rambut adalah salah satu barang yang populer dikalangan anak muda jaman sekarang. Ada banyak sekali orang yang mewarnai rambut untuk mencoba hal baru atau karena sudah bosan dengan rambut yang warnanya biasa saja.

Bukan hanya anak muda saja yang tertarik dengan pewarna rambut. Orang yang beranjak tua pun tertarik dengan pewarna rambut. Yang menjadi alasan orang tua menggunakan pewarna rambut yaitu untuk menutupi rambut putih atau uban yang menandakan mereka sudah tua.

Akhir-akhir ini kerap terdengar kasus penyakit serius hingga kematian yang disebabkan oleh pewarna rambut. Bahan kimia yang terkandung dalam pewarna rambut bisa meresap kedalam tubuh penggunanya.

Belum lama ini ada laporan penyakit serisu yang disebabkan oleh pewarna rambut. Dia adalah Chen usia 50th dari Harbin China., baru-baru ini didiagnosis penyakit sirosis hepatitis atau sirosis hati yang merupakan kelainan bentuk dan fungsi hati.

Penyebab chen terkena penyakit serius ini karena dia sangat rutin menggunakan pewarna rambut. Bahkan chen menggunakan pewarna rambut dalam jangka waktu sebulan sekali.

Yang menjadi alasan chen rutin menggunakan pewarna rambut ialah ingin menutupi uban yang menunjukkan penuaan.

Chen mulai menggunakan pewarna rambut sejak usia 40 tahun. Chen mulai mewarnai rambutnya untuk menyembuhkan tanda penuaan. Alasan lain chen menggunakan pewarna rambut tiap hari yaitu karena ubannya tumbuh sangat cepat.

Kondisi penyakit serius yang dialami Chen diketahui dua bulan yang lalu sejak dia menaiki tangga dirumahnya. Ketika itu Chen merasa sangat lelah danlangsung tidur sesudah sampai kamar.

Akan tetapi pada saat suaminya melihat kondisi Chen, dia sadar bahwa kulit istrinya berwarna kuning, bahkan pupil matanya ikut menguning.

Chen dan suaminya beranjak ke rumah sakit dan tes menunjukkan bahwa Chen mempunyai kadar bilirubin dalam jumlah yang sangat besar.

Dokter menemukan bahwa hati Chen dalam stadium lanjut. Dokter pun langsung menangani dan mencari tahu penyebab dari penyakit serius tersebut.

Dalam pemeriksaan lebih lanjut, chen tidak mempunyai masalah dalam alkohol, bahkan riwayat medisnya tidak menunjukkan obat yang bisa merusak hatinya.

Ketika mendengar rutin mewarnai rambut setiap bulan dan sudah berlangsung selama 10 tahun, dokter menetapkan bahan kimia dalam pewarna itu yang bertanggung jawab atas sirosisnya.

QnCĀ gamat adalah produk kesehatan asli indonesia yang bentuknya cair kental seperti putih telur, mempunyai khasiat luar biasa untuk membantu memelihara kesehatan tubuh.

Setelah melakukan pengobatan selama 20 hari, kesehatan Chen sudah meningkat pesat. Akan tetapi dokter mengatakan bahwa beberapa kerusakan pada livernya atau hati tidak bisa diobat yang meningkatkan risiko terkena kanker.

Dr. Fu Lijuan, selaku direktur Departemen Penyakit Dalam untuk Penyakit Menular, mengatakan bahwa kebanyakan pewarna rambut mengandung puluhan bahan kimia, beberapa di antaranya sangat beracun bagi tubuh manusia, seperti nitrobenzene dan anilin. Zat ini mudah diserap melalui kulit kepala.

Dr Fu menyarankan agar tidak mewarnai rambut dengan alasan kesehatan. Tapi jika harus melakukannya, Fu menyarankan agar menggunakan pewarna alami. Atau jika ingin menggunakan pewarna rambut kimia, Fu mengklaim bahwa sebaiknya digunakan dalam jangka waktu enam bulan sekali.

Incoming search terms:

  • ayat ayat al quran yang menjelaskan kekuatan telekinesis
  • ramalan al quran yg terbukti di masa depan
  • prefiksi al quran y
  • sabda rasulullah yang terbukti kebenarannya
  • pernyataan al quran yang yerbukti sekarang
  • mimpi menurut islam dan alquran itu bakalan nyata atau gak
  • lerkataan perkataan al quran yg twrbukti benar
  • kebenaran al quran
  • Beberapa ayat al quran yang terbukti
  • surah apabila kita bertasbih akan di kiamatkan allah

Be the first to comment on "Waspada! Penyakit Serius Bagi Yang Suka Mewarnai Rambut"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*