<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.2.2" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>cyberdakwah.NET</title>
	<link>http://www.cyberdakwah.net</link>
	<description>Untuk Allah, Dakwah dan Peradaban</description>
	<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 01:17:07 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.2</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Sisi yang Tidak Diekspos Media Tentang FPI</title>
		<link>http://www.cyberdakwah.net/2008/06/11/sisi-yang-tidak-diekspos-media-tentang-fpi/</link>
		<comments>http://www.cyberdakwah.net/2008/06/11/sisi-yang-tidak-diekspos-media-tentang-fpi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 01:17:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Anonymous]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cyberdakwah.net/2008/06/11/sisi-yang-tidak-diekspos-media-tentang-fpi/</guid>
		<description><![CDATA[Front Pembela Islam (FPI) sebenarnya sudah lama jadi incaran aliansi musuh Allah SWT yakni kelompok gabungan antara kelompok liberal, kelompok maksiat (prostitusi, perjudian, dan pornografi), kelompok kuffar, dan aparat serta pejabat yang selama ini mendulang uang haram dari perputaran bisnis haram tersebut.
Abdurrahman Wahid saja, gembong kaum liberal dan sekutu Zionis, dengan sangat pede menyatakan jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Front Pembela Islam (FPI) sebenarnya sudah lama jadi incaran aliansi musuh Allah SWT yakni kelompok gabungan antara kelompok liberal, kelompok maksiat (prostitusi, perjudian, dan pornografi), kelompok kuffar, dan aparat serta pejabat yang selama ini mendulang uang haram dari perputaran bisnis haram tersebut.</p>
<p class="MsoNormal">Abdurrahman Wahid saja, gembong kaum liberal dan sekutu Zionis, dengan sangat <em>pede</em> menyatakan jika dirinya sudah 15 tahun berjuang hendak membubarkan FPI. Itu berarti sejak tahun 1993. Padahal FPI baru berdiri tahun 1998. Walau demikian kita hendaknya maklum dengan pernyataannya yang <em>ngawur</em> ini karena memang orang yang sudah kena serangan stroke dua kali biasanya banyak syaraf yang sudah tidak terkoneksi dengan baik. Istilah komputernya sering <em>hang</em>, sehingga harus di-<em>restart</em> atau kalau tidak bisa juga ya di-<em>off</em>-kan saja.</p>
<p class="MsoNormal">Sejak berdiri pada tahun 1998, FPI memang getol memerangi tempat-tempat maksiat. “Sudah banyak tokoh dan elemen Islam yang menyampaikan <em>amar ma’ruf</em>, maka kami memang mengkhususkan diri pada <em>Nahyi Munkar</em>. Tapi tentu dengan prosedur yang benar secara hukum formal, ” demikian ujar Habib Rizieq.</p>
<p class="MsoNormal">Keberanian FPI ini dalam menggempur lokasi-lokasi kemaksiatan memang tidak main-main. Rumah-rumah pelacuran, rumah judi, termasuk kantor tempat raja media porno dunia “Playboy”di Jakarta, semua diganyang oleh laskar Islam yang satu ini. Bagi media massa, baik cetak, radio, maupun teve, tindakan FPI tersebut memang merupakan berita yang layak dijadikan tajuk utama. Sayangnya, media-media yang juga banyak disusupi kelompok liberal dan kelompok penyuka kemaksiatan ini yang diekspos adalah kekerasan FPI semata.</p>
<p class="MsoNormal">Padahal, kekerasan atau penyerbuan yang dilakukan FPI merupakan jalan terakhir yang terpaksa diambil FPI setelah melewati berlapis-lapis prosedur, di antaranya mendesak kepolisian untuk berbuat.</p>
<p class="MsoNormal">“Media massa hanya mengekspos hal itu, tapi tidak memuat apa yang kami lakukan sebelum itu, ” ujar Habib Rizieq dalam sebuah pertemuan beberapa waktu lalu.</p>
<p class="MsoNormal">Penyerbuan atau pengrusakkan merupakan langkah terakhir yang diambil FPI setelah melewati tahap-tahap sebelumnya. Habib Rizieq memaparkan, “Jika ada informasi yang menyebutkan di suatu tempat ada lokasi yang tidak beres, maka kami biasanya mengirim intelijen kami yang terdiri dari beberapa orang untuk menggali informasi yang valid. Jika benar itu tempat yang tidak beres, maka ada dua pengelompokkan yang FPI lihat. Jika tempat maksiat itu didukung warga sekitar dalam arti banyak warga sekitar yang mencari nafkah di sana dan menggantungkan hidupnya di sana, maka kami kirim ustadz untuk memberi pencerahan. Ini sisi amar ma’ruf FPI. Kami mendirikan pengajian dan sebagainya.”</p>
<p class="MsoNormal">“Namun jika tempat maksiat itu ternyata meresahkan warga sekitar, dan banyak yang dilindungi oleh preman terorganisir atau malah ada oknum aparat yang ikut melindungi, maka kami biasanya melayangkan surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian agar polisi bisa bersifat pro-aktif. Jika sampai waktu yang kami minta belum ada tindakan apa pun juga dari kepolisian, kami melayangkan surat kembali mendesak agar aparat segera turun tangan. Ini kami lakukan sampai tiga kali. Namun jika aparat ternyata diam terus, tidak menunjukkan itikad baik untuk menyikat kemaksiatan, maka FPI pun segera mengirim surat pemberitahuan bahwa FPI akan mengirim laskarnya ke tempat tersebut untuk membantu tugas kepolisian. Ini semata-mata kami lakukan karena polisi tidak bertindak, ” lanjut Habib.</p>
<p class="MsoNormal">“Kami membantu tugas kepolisian. Ini patut diberi tekanan. Karena polisi terlalu sibuk sehingga tempat maksiat tersebut tetap berjalan dengan aman dalam meracuni masyarakat, maka laskar kami yang turun. Selain memberi surat kepada polisi, kami pun melayangkan surat pemberitahuan berlapis-lapis kepada pengeloal tempat kemaksiatan itu, dan biasanya mereka mem<em>bandel</em> karena menganggap polisi saja tidak berani membereskannya, apalagi FPI. Tapi sekali lagi saya tekankan. FPI berjuang untuk menegakkan agama Allah, jadi kami tidak kenal takut terhadap segala kemaksiatan. Mereka yang berada di jalan setan saja berani, <em>masak</em> kami yang berjaung di jalan Allah harus takut?” tegas Habib.</p>
<p class="MsoNormal">“Sisi inilah yang jarang diekspos media massa sehingga masyarakat banyak tahunya kami ini organisasi anarkis. Padahal kami telah melakukan berlapis-lapis peringatan, bahkan berkoordinasi dengan kepolisian dan sebagainya, ” tambah Habib.</p>
<p class="MsoNormal">Sebenarnya, media-media massa di negeri ini banyak yang mengetahui hal tersebut. Namun disebabkan mereka memang banyak yang berkepentingan agar FPI bubar, maka yang diberitakan adalah sisi kekerasan dari FPI. Padahal, FPI hanya membantu tugas kepolisian yang terlalu sibuk dengan tugas-tugas rutin seperti “razia” di jalan-jalan dan sebagainya. (rz)</p>
<p class="MsoNormal">sumber : www.eramuslim.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cyberdakwah.net/2008/06/11/sisi-yang-tidak-diekspos-media-tentang-fpi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sikap Adil kepada FPI</title>
		<link>http://www.cyberdakwah.net/2008/06/09/sikap-adil-kepada-fpi/</link>
		<comments>http://www.cyberdakwah.net/2008/06/09/sikap-adil-kepada-fpi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 01:08:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Anonymous]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cyberdakwah.net/2008/06/09/sikap-adil-kepada-fpi/</guid>
		<description><![CDATA[Ahad 1 Juni 2008, terjadi insiden kekerasan oleh sebagian aktivis Front Pembela Islam (FPI) terhadap sekelompok massa yang menamakan diri sebagai Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). TV-TV menayangkan tindakan kekerasan para aktivis FPI terhadap massa AKKBB yang sedang menggelar aksi Mendukung Ahmadiyyah. Di sana ada aksi pukulan, tendangan, cacian, pengrusakan fasilitas sound [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ahad 1 Juni 2008, terjadi insiden kekerasan oleh sebagian aktivis Front Pembela Islam (FPI) terhadap sekelompok massa yang menamakan diri sebagai Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). TV-TV menayangkan tindakan kekerasan para aktivis FPI terhadap massa AKKBB yang sedang menggelar aksi Mendukung Ahmadiyyah. Di sana ada aksi pukulan, tendangan, cacian, pengrusakan fasilitas sound system, kaca mobil, dll. Pendek kata, kita semua sangat prihatin melihatnya.</p>
<p>Tanpa menunggu waktu lagi, SBY langsung merespon. Melalui jubir kepresidenan, Andi Malarangeng, SBY mengecam aksi anarkhis aktifis FPI di Monas. Tanggal 2 Juni SBY berbicara langsung, disiarkan TV-TV, bahwa dia menuntut ada pengusutan tuntas, dan para pelaku kekerasan ditindak secara hukum. SBY juga menekankan, &#8220;Negara kita negara hukum.&#8221; Gayung bersambut, JK berjanji akan menindak tegas pelaku kekerasan di Monas. <img src="http://www.arrahmah.com/images/stories/habibrizieg1.jpg" style="margin-right: 5px; margin-top: 10px" align="right" /></p>
<p>MUI menyayangkan terjadinya kasus kekerasan di Monas itu (Republika, 2 Juni 2008). Sementara Din Syamsuddin, Ketua Umum Muhammadiyyah, setelah pertemuan dengan SBY, dia mengecam FPI. Meskipun Din tidak menuntut FPI dibubarkan, dia mendukung langkah tersebut, jika Pemerintah ingin membubarkan FPI (<a href="http://www.jawapos.co.id/">http://www.jawapos.co.id</a>, 2 Juni 2008).</p>
<p>Arbi Sanit, pakar politik UI dan anggota PBHI, menuntut FPI dibubarkan karena mengancam kehidupan bersama (Republika, 3 Juni 2008). Sekjen GP Anshor, Malik Haramain, mengancam akan membubarkan FPI, Kalau pemerintah tidak tegas.Di Cirebon markas FPI didatangi sekelompok pemuda dan sempat terjadi keributan kecil, hingga plang FPI dirobohkan oleh pemuda-pemuda tersebut (berita siang GlobalTV, 2 Juni 2008).</p>
<p>Bukan hanya kali ini FPI diancam akan dibubarkan.Sebelumnya juga bergaung desakan agar ormas Islam yang terkenal dengan aksi-aksi nahyi munkar ini dibubarkan saja. Pertanyaannya, layakkah kita menghukum FPI sedemikian keras (misalnya harus sampai dibubarkan) pasca kasus kekerasan di Monas itu? Masyarakat harus berani melihat masalahnya secara jernih, tidak ikut-ikutan emosi.</p>
<p>Saya melihat ada beberapa poin penting yang dilupakan dalam kasus di atas, padahal semua itu seharusnya dilihat secara cermat, sehingga kita bisa mengetahui apakah FPI telah berbuat zhalim atau tidak?</p>
<p>Pertama, menurut Kapolres Jakarta Pusat, Komisaris Besar Heru Winarko, beliau menyesalkan massa AKKBB. Pasalnya, mereka mulanya hanya berencana berdemonstrasi di Bundaran HI, tetapi ternyata AKKBB beraksi sampai ke Monas. &#8220;Ternyata, mereka menuju Monas juga, &#8221; kata Kombes Heru Winarko (Republika, 2 Juni 2008. Artikel berjudul, &#8220;Bentrokan Akibat Pemerintah Lamban, &#8221; hal. 1).</p>
<p>Dari keterangan di atas, jelas AKKBB telah melanggar hukum. Mereka melampaui batas izin aksi yang diajukan ke pihak kepolisian. Jika mereka beraksi sesuai izin semula, bisa jadi kasus tersebut tidak perlu terjadi.</p>
<p>Kedua, dalam tayangan dokumentasi kasus Monas Di GlobalTV siang hari, di sana diperlihatkan petikan kejadian-kejadian di Monas tersebut. Pada mulanya, para pemuda FPI hanya kumpul-kumpul di salah satu lokasi Monas sambil mendengarkan orasi pimpinan aksi yang membawa TOA. Mereka kadang bertakbir dan juga membaca kalimat &#8220;Laa ilaha illa Allah.&#8221;</p>
<p>Artinya, mereka tidak memiliki agenda untuk menyerang siapapun. Aksi mereka pada awalnya tertib, tidak anarkhis, dan damai. Mulai timbul masalah ketika AKKBB melakukan aksi dan orasi dengan sound system kuat, tidak jauh dari lokasi para aktivis FPI. Satu sisi, AKKBB mendukung Ahmadiyyah, di sisi lain mereka melakukan aksi di dekat para pemuda FPI. Anda bisa bayangkan, meneriakkan dukungan keras-keras untuk Ahmadiyyah di dekat telinga aktivis FPI. Itu bisa dianggap oleh mereka sebagai nantangin perang. Saya melihat, para pemuda FPI lebih tepat disebut terprovokasi oleh aksi massa AKKBB. Mereka tidak ada niatan sejak awal untuk berbuat kekerasan. Semula mereka beraksi dengan tertib.</p>
<p>Ketua MK, Jimly Asshidiqqie, berkomentar, &#8220;AKKBB harus mawas diri, menghentikan provokasi, dan kemudian jajaran NU, Muhammadiyyah, sampai ke daerah (juga harus mawas diri -pen). Begitu juga dengan FPI, tidak usah terprovokasi, ini bahaya benar.&#8221; (Republika, 3 Juni 2008).</p>
<p>Ketiga, kalau melihat kejadian kekerasan itu, di sana terlihat dengan jelas, bahwa komando aksi FPI di Monas berusaha keras menertibkan para aktivisnya. Mereka berusaha mencegah pemukulan, tendangan, menenangkan aktivis-aktivisnya. Terlihat berkali-kali sebagian pemuda aktivis FPI mencegah tindak kekerasan itu, meskipun mereka tidak mampu mencegah secara keseluruhan.</p>
<p>Jika di sana terjadi kasus-kasus pemukulan, tendangan, cacian, atau perusakan fasilitas, apakah lalu mata kita buta untuk melihat bahwa di sana juga ada upaya-upaya mendamaikan hati para pemuda yang sudah terbakar emosinya itu? Jika tidak ada upaya mendamaikan, saya yakin akan jatuh korban sangat banyak. Minimnya korban dalam kasus tersebut, menunjukkan di sana ada kontrol, meskipun tidak mampu mencegah aksi-aksi individu yang terlanjur terjadi.</p>
<p>Selain kita menyesalkan kasus kekerasan tersebut, kita harus jujur mengakui, bahwa para pemuda-pemuda FPI juga berusaha mencegah kekerasan itu sekuat tenaga. Semua ini harus dihargai. Pihak kepolisian sering berdalih, &#8220;Petugas polisi kan manusia juga.&#8221; Polisi</p>
<p>bisa khilaf, melakukan kekerasan di luar kontrol komando. Begitu pula dengan kasus para pemuda FPI itu. Secara komando tidak ada instruksi kekerasan, tetapi di lapangan terjadi, karena terbakar emosi.</p>
<p>Keempat, jika sebagian pelaku kekerasan di Monas ditindak secara hukum, tidak berarti lembaga FPI-nya harus dibubarkan. Itu berbeda konteksnya. Tindakan kekerasan di Monas dilakukan oleh –sebut saja- oknum aktivis FPI. Pelanggaran oleh oknum, tidak bisa di-gebyah uyah untuk menghancurkan sistem sebuah organisasi.</p>
<p>Contoh, kasus kekerasan oleh oknum polisi di Universitas Nasional (Unas) Jakarta. Ia dianggap kasus kekerasan oleh oknum polisi, sehingga tidak perlu ada tuntutan untuk membubarkan lembaga Polri.</p>
<p>Begitu pula, kalau ada kasus kekerasan oleh sebagian warga Muhammadiyyah -misalnya-hal itu tidak perlu dikembangkan menjadi &#8220;bola liar&#8221; untuk membubarkan istitusi Muhammadiyyah. Kasus kekerasan oleh oknum tetap dialamatkan kepada oknum, bukan kepada institusi.</p>
<p>Termasuk, ketika Munarman dijadikan salah satu dari lima tersangka kasus di atas. Dia tetap disebut sebagai oknum, bukan sebagai lembaga FPI secara umum. Kasus kekerasan di Monas adalah individual case, bukan organization case. Kalau setiap kasus individu bisa menjadi dalih untuk membubarkan sebuah organisasi, maka sikap ingkar janji SBY yang katanya tidak akan menaikkan harga BBM sampai tahun 2009, bisa dijadikan dalih untuk membubarkan kabinetnya.</p>
<p>Kelima, ketika SBY dengan lantang mengecam anarkhisme di Monas atas nama &#8220;negara hukum&#8221;, dia telah menggunakan dalil yang benar. Tetapi seharusnya dia bersikap adil, tidak berat sebelah.Bukankah penanganan kasus Ahmadiyyah selama ini sudah mengikuti prosedur hukum? Di sana ada Fatwa MUI, Fatwa Rabithah Alam Islamy, rekomendasi Depertemen Agama RI, rekomendasi Bakorpakem, bahkan rekomendasi kepala-kepala daerah tertentu. Apa semua itu tidak memenuhi syarat &#8220;negara hukum&#8221;?</p>
<p>Mengapa SKB soal Ahmadiyyah sedemikian lambatnya? Bukankah hukum berlaku bagi FPI, juga bagi Ahmadiyyah? Ketika seluruh rekomendasi tentang kesesatan Ahmadiyyah itu dikalahkan oleh pandangan seorang Adnan Buyung Nasution, selaku anggota Wantimpres, apakah hal itu juga memenuhi keadilan hukum? Apakah dalam fungsi hukum nasional, posisi Wantimpres bisa mengintervensi kebijakan legal negara? Mengapa SBY tidak mengecam AKKBB yang melakukan aksi terbuka, padahal kelompok Ahmadiyyah sudah disepakati sesat oleh Ummat Islam Indonesia dan oleh institusi birokrasi di bawah Kabinet SBY?</p>
<p>Jadi kesan yang muncul, istilah &#8220;negara hukum&#8221; itu hanya dipakai untuk mendesak kelompok tertentu. Adapun untuk kelompok lain, konsep ketegasan hukum bisa ditafsirkan macam-macam. Seorang Adnan Buyung Nasution, dia bisa disebut pakar hukum ketika melecehkan ormas-ormas Islam dalam kasus Ahmadiyyah. Tetapi dia akan disebut sebagai &#8220;profesional hukum&#8221; ketika membela obligor BLBI, Syamsul Nursalim. Hukum akhirnya hanya sekedar &#8220;kuda tunggangan&#8221; belaka.</p>
<p>Keenam, kita merasa kecewa, kesal, marah, benci, mual, emosi, mengutuk, dst. ketika melihat aktivis-aktivis FPI memukuli peserta aksi AKKBB. &#8220;Nurani kita tersentuh oleh duka lara bak teriris sembilu, &#8221; begitulah kata puitisnya. Pokoknya, top tenan dalam soal empati kekerasan ini. Tetapi pernahkan kita merasa empati dengan Ummat Islam ketika Ahmadiyyah terus-menerus menodai ajaran Islam? Pernahkah kita terketuk hati ketika ada yang mengaku Nabi setelah Rasulullah Saw., dia mendakwakan diri sebagai Al-Masih, sebagai Al-Mahdi, dan mengajarkan kitab At Tadzkirah sebagai kitab sucinya? Pernahkah kita marah ketika ajaran-ajaran Islam dilecehkan oleh orang-orang itu?</p>
<p>Kalau massa AKKBB itu merasa sakit, kecewa, marah, atau sedih, apalah artinya penderitaan mereka dibandingkan penderitaan yang menimpa Rasulullah Saw. dan para Shahabat ketika mendakwahkan Islam? Dan sekarang, ajaran Nabi yang murni dan suci itu, demikian mudahnya dilecehkan oleh kaum Ahmadiy (pengikut Ahmadiyyah). Sebagai seorang Muslim, apakah kita tidak berempati kepada penderitaan Rasulullah dan Shahabat ketika mereka berjuang dan berkorban, sehingga atas hidayah Allah saat ini kita menjadi Muslim?</p>
<p>Kemurnian ajaran Islam itulah yang sekarang dilecehkan oleh kaum Ahmadiyyah, pengikut Mirza Ghulam Ahmad laknatullah &#8216;alaih. Bukan berarti sikap keras atau anarkhis kepada mereka bisa dibenarkan, sebab bagaimanapun tindakan negara lebih baik, daripada tindakan rakyatnya sendiri. Tetapi janganlah karena empati kebablasan kepada kaum Ahmadiy membuat kita lupa penderitaan Rasulullah dan Shahabat ketika mulai mendakwahkan Islam di masa lalu.</p>
<p>Secara umum, tindak kekerasan tetap salah, siapapun pelakunya. Tetapi dalam menyikapi tindak tersebut kita harus melihat secara jernih dan adil. Jangan karena sentimen, atau sudah &#8220;kadung kesal&#8221; dengan FPI, lalu kita berbuat zhalim. Bukankah Allah Ta&#8217;ala tetap memerintahkan agar Kita selalu berbuat adil. &#8220;Janganlah kebencian kalian kepada suatu kaum, membuat kalian berbuat tidak adil. Bersikap adil-lah, sebab adil itu lebih dekat kepada taqwa.&#8221; (Al-Maa&#8217;idah: 8). Wallahu a&#8217;lam bisshawaab.</p>
<p>(Abu Muhammad Waskito)<br />
sumber : <a href="http://www.arrahmah.com">www.eramuslim.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cyberdakwah.net/2008/06/09/sikap-adil-kepada-fpi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Perbedaan Yang Memuliakan</title>
		<link>http://www.cyberdakwah.net/2008/04/30/mencari-perbedaan-yang-memuliakan/</link>
		<comments>http://www.cyberdakwah.net/2008/04/30/mencari-perbedaan-yang-memuliakan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 06:31:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Taushiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cyberdakwah.net/2008/04/30/mencari-perbedaan-yang-memuliakan/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Dilara Larasati
Menemukan perbedaan dalam keutamaan amal, berlomba menjadi yang terbaik dalam agama, mampu mengantar manusia pada derajat yang mulia.
Dalam Bahasa Indonesia, kita mengenalnya sebagai diferensiasi yang diambil dari bahasa Inggris differentiate. Artinya, mencari dan mengadakan perbedaan. Biasanya, kata ini lbeih banyak digunakan dalam bahasa bisnis atau manajemen, tapi sesungguhnya dilahan manapun, kita wajib [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Dilara Larasati</p>
<p>Menemukan perbedaan dalam keutamaan amal, berlomba menjadi yang terbaik dalam agama, mampu mengantar manusia pada derajat yang mulia.<br />
Dalam Bahasa Indonesia, kita mengenalnya sebagai diferensiasi yang diambil dari bahasa Inggris differentiate. Artinya, mencari dan mengadakan perbedaan. Biasanya, kata ini lbeih banyak digunakan dalam bahasa bisnis atau manajemen, tapi sesungguhnya dilahan manapun, kita wajib mengadakan perbedaan agar lebih mampu bersaing dari keunggulan yang lain. Termasuk dalam hal ibadah dan melaksanakan agama. Tapi perbedaan apa yang dibolehkan dan mampu memuliakan?<br />
Mari kita tengok kembali sosok mulia Abdullah bin Mas’ud dalam sejarah Islam di awal perjalanannya. Dari segi fisik, sungguh, jika ia hidup di tengah-tengah kita saat ini, niscaya ia akan menjadi golongan masyarakat kelas dua. Karena kita lebih menilai manusia dari keindahan fisiknya, kekayaan hartanya dan kemuliaan keturunannya, tanpa menilik lebih jauh kualitas iman dan amalnya. Ibnu Mas’ud adalah seorang lelaki bertubuh kecil dan pendek, bahkan saking kecilnya, ada yang meriwayatkan ketika Ibnu Mas’ud berdiri tegak tingginya sama dengan Umar bin Khaththab saat duduk santai. Badannya kurus, kakinya kecil dengan betis yang tipis dan perutnya buncit.<br />
Tentu, secara kemuliaan strata sosial ia tak akan pernah mampu bersaing dengan sahabat Abu Bakar Shiddiq yang bertempat sangat tinggi di kalangan kaumnya. Ibnu Mas’ud juga tak akan pernah bersaing dengan Ali bin Abi Thalib dalam hal kecakapan fisik. Begitu pula dalam hal kekuatan dan tenaga besar. Ibnu Mas’ud sama sekali bukan tandingan Umar bin Khaththab. Tapi dengan segala hal diatas, tak lantas membuat Ibnu Mas’ud tak menemukan celah untuk mendapatkan kemuliaan.<br />
Abdullah ibnu Mas’ud adalah orang yang teliti, melakukan segala hal secara pelan dan hati-hati. Ia termasuk satu diantara sedikit sahabat Nabi yang ilmunya melimpah ruah. Ibnu Numair pernah meriwayatkan tentang kemuliaan Abdullah ibnu Mas’ud di tengah umat Islam. Rasulullah SAW mendaftar empat nama sebagai tempat bertanya dan mengambil ayat-ayat Al-Quran. Nama-nama itu adalah Abdullah ibnu Mas’ud, Muadz bin Jabal, Ubay bin Ka’ab dan Salim, seorang budak dari Abu Hudzaifah. Sejarah juga merekam, bahwa Abdullah ibnu Mas’ud tercatat sebagai orang kedua setelah Rasulullah yang membaca dengan keras ayat-ayat Al-Quran di tengah-tengah Ka’bah yang masih dipenuhi dengan berhala.<br />
Demikian mulia sosok Abdullah ibnu Mas’ud  sehingga suatu ketika Rasulullah SAW pernah bersabda, “Aku ridha atas umatku terhadap apa yang diridhai Ibnu Mas’ud. Dan aku marah atas sesuatu yang membuat marah Ibnu Mas’ud”. (HR. Thabrani)<br />
Apa yang membuatnya demikian mulia, di tengah umat Islam, disisi Rasulullah dan didepan Allah? Jawabannya adalah ilmu dan kekuatan Ibnu Mas’ud mempelajari Al-Quran dengan tafsir yang benar. Dengan itu pula Abdullah ibnu Mas’ud diantarkan ke tempat yang tinggi dan penuh kemuliaan.<br />
Selain Ibnu Mas’ud, tengok pula sosok Bilal bin Rabah, muadzin Rasulullah yang tercinta. Ia datang dari kalangan budak yang dipandang tak memiliki harga. Tubuhnya tinggi, kurus dan hitam legam. Tapi dalam hadits yang masyhur disebutkan bahwa Rasulullah mendengar suara terompah Bilal bin Rabah didalam Surga. Hal itu pula yang ditanyakan Rasulullah pada Bilal, amalan apa yang membuatnya masuk surga lebih dulu dari Rasulullah.<br />
“Ya Rasulullah, setiap kali aku berhadats, aku selalu berwudhu dan mendirikan shalat sunnah dua rakaat setelahnya”, ujar Bilal menjelaskan. Ia telah menemukan jenis perbedaan yang membuatnya menjadi mulia. Bilal telah menemukan amalan, yang tidak biasa dan mengantarnya menjadi luar biasa.<br />
Kisah yang lebih spektakuler datang dari sosok Abu Hurairah. Ia masuk dan menyatakan syahadat di tahun ke-20 dari masa kenabian. Artinya, ia ber-islam di ujung usia Rasulullah. Perang-perang besar, hampir tak ada lagi. Artinya lowongan untuk mejadi pahlawan perang hampir tertutup kemungkinan. Begitu pula dengan spesialisasi amal-amal para sahabat utama, semuanya hampir telah melakukan segala hal. Begitu pula dengan kemelimpahan harta, Abu Hurairah tak pernah memilikinya. Ia adalah satu dari sekian sahabat Nabi yang termasuk dalam golongan papa, ahlu shuffah. Maka untuk berbuat dan beramal dengan harta seperti yang dilakukan oleh Abu Bakar, Umar bin Khaththab dan Abdurrahman bin Auf, jauh dari jangkauannya.<br />
Tapi Abu Hurairah menemukan caranya untuk menjadi mulia. Meski Abu Hurairah hanya hidup bersama Nabi tak kurang hanya tiga atau empat tahun saja, ia bertekad menjaga agama ini dengan cara yang tidak biasa, yakni menjadi bayang-bayang Nabi. Kemana pun Nabi pergi, Abu Hurairah selalu tampak di sisi beliau, kecuali di dua tempat; jamban dan ranjang.<br />
Dari masa yang sebentar itu, tiga tahun saja, berkat Abu Hurairah hari ini umat islam di seluruh dunia lebih paham tentang karakter Rasulullah. Jika kita perhatikan, sebagian besar hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bentuknya seperti laporan pandangan mata. Tentang cara berjalan Nabi, tentang cara makan Nabi, tentang akhlak Nabi, tentang warna dan corak baju yang dikenakan Nabi. Senyum, sorot mata, cara bicara Rasulullah, semua tergambar dari hadits-hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah. Jika dihitung, Abu Hurairah adalah sahabat yang mengumpulkan hadits Nabi melebihi sahabat-sahabat yang lebih dulu ber-Islam dan lebih lama hidup bersama Rasulullah. Kurang lebih ada sekitar 5374 hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Dari jumlah diatas, 446 diantaranya ditakhrij oleh Imam Bukhori.<br />
Abu Hurairah telah menemukan caranya sendiri mengabadikan dan menjaga agama ini. Dan dengan itu pula namanya tercatat dengan tinta emas dalam sejarah umat islam sampai kapan juga. Kini pertanyaan yang tersisa adalah, apakah kita sudah mulai mencari diferensiasi dalam hal amal dan perbuatan, atau ilmu dan keahlian dalam agama ini, sehingga kelak mengundang Allah untuk menurunkan kemuliaan?<br />
Tentu saja spektrum diferensiasi amalan sangat luas dan lebar. Tak perlu yang bersifat berat dan besar, jika tak mampu melakukan. Banyak amalan-amalan yang cukup ringan, tapi jika dilakukan dengan konsistensi tinggi dan ketulusan, maka ia akan menjadi amal pilihan. Bilal bin Rabah memilih berwudhu setiap kali berhadats, lalu mendirikan shalat sunnah dua rakaat. Sepintas nampak terasa ringan, tapi bayangkan jika hal tersebut dilakukan seumur hidup dan hanya dengan mengharap ridha Allah. Tentu bukan masalah mudah.<br />
Uniknya agama Islam ini adalah, sepanjang sejarahnya selalu melahirkan sosok-sosok istimewa yang luar biasa, baik di masa lalu atau masa yang lebih kontemporer. Ladang amal tak pernah kering untuk dipanen. Tinggal bagaimana kita menemukan cara dan jenis amal apa yang akan kita jadikan hujjah kelak di hadapan Allah SWT.<br />
Ada seorang yang sangat sederhana, dizaman ini dan tak jauh dari kita. Ia menolak untuk disebut namanya, dengan alasan menjaga rasa hati. Ia punya amalan yang kedengarannya sangat ringan, tapi ternyata begitu berat ketika dilaksanakan. Kini ia belajar mengamalkan hidup tanpa keluhan. Sebisa mungkin ia menahan diri. Lidah dan hatinya dari keluhan tentang apa saja.<br />
Ternyata memang tak mudah untuk tidak mengeluh. Berpuluh-puluh keluhan setiap hari kita ucapkan. Tentang jalanan yang macet total. Tentang cuaca yang panas terik. Tentang masakan yang terlalu asin. Bahkan tentang letak benda yang tak sesuai dengan keinginan hati kita. Kita terlalu banyak mengeluh dan lupa bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah limpahkan.<br />
Sekali lagi, mari kita tanyakan pada diri sendiri, jenis amalan apa yang akan menjadi unggulan kita. Jika sudah menemukan, maka perlu konsistensi dan ketulusan yang tak pernah pudar. Jika belum menemukan, mengapa tidak mencarinya dari sekarang?</p>
<p>Sumber : Majalah Sabili No. 20 Th. XV 10 Rabiul Akhir 1429</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cyberdakwah.net/2008/04/30/mencari-perbedaan-yang-memuliakan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cendekiawan Muslim Usulkan Waktu Mekah Mengganti GMT</title>
		<link>http://www.cyberdakwah.net/2008/04/22/cendekiawan-muslim-usulkan-waktu-mekah-mengganti-gmt/</link>
		<comments>http://www.cyberdakwah.net/2008/04/22/cendekiawan-muslim-usulkan-waktu-mekah-mengganti-gmt/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 01:01:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tsaqofah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cyberdakwah.net/2008/04/22/cendekiawan-muslim-usulkan-waktu-mekah-mengganti-gmt/</guid>
		<description><![CDATA[Sejumlah ulama dan cendekiawan Muslim dunia menyerukan agar Waktu Mekah dipakai untuk menggantikan GMT atau Greenwich Mean Time
Para ulama dan cendekiawan Muslim berpendapat, usulan mengganti waktu Greenwich atau GMT berdasarkan sejumlah kajian ilmiah, di mana, Mekah-lah yang sebenarnya menjadi pusat bumi.
Himbauan itu mencuat dalam Persoalan ini mencuat dalam konferensi bertajuk “Mekah Sebagai Pusat Bumi, antara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejumlah ulama dan cendekiawan Muslim dunia menyerukan agar Waktu Mekah dipakai untuk menggantikan GMT atau Greenwich Mean Time</p>
<p>Para ulama dan cendekiawan Muslim berpendapat, usulan mengganti waktu Greenwich atau GMT berdasarkan sejumlah kajian ilmiah, di mana, Mekah-lah yang sebenarnya menjadi pusat bumi.</p>
<p>Himbauan itu mencuat dalam Persoalan ini mencuat dalam konferensi bertajuk “Mekah Sebagai Pusat Bumi, antara Teori dan Praktek”. Konferensi itu sendiri diselenggarakan di ibukota Qatar, Dhoha pada Sabtu (19/4), kemarin.</p>
<p>Seorang pakar Geologi berpendapat bahwa Mekah berada di titik lintang yang persis lurus dengan titik magnetik Kutub Utara, jadi tidak seperti garis lintang lainnya.</p>
<p>Dia mengatakan bangsa Inggris menetapkan GMT untuk seluruh dunia ketika negara itu masih merupakan kekuatan kolonial yang besar.</p>
<p>Terkait Mekah sebagai pusat bumi, DR. Zaglul Najjar, dosen ilmu bumi di Wales University di Inggris mengatakan hal itu memang benar berdasarkan penelitian saintifik yang dilakukan oleh DR. Husain Kamaluddin bahwa ternyata Mekah al-Mukarramah memang menjadi titik pusat bumi. Hasil penelitian itu dipublikasikan oleh The Egyptian Scholars of The Sun and Space Research Center yang berpusat di Kairo itu. Penemuan ini sekaligus menggambarkan peta dunia baru, yang dapat menunjukkan arah Mekah dari kota-kota lain di dunia.</p>
<p>Dengan menggunakan perkiraan matematik dan kaidah yang disebut “spherical triangle” Prof. Husein menyimpulkan kedudukan Mekah betul-betul berada di tengah-tengah daratan bumi. Sekaligus membuktikan bahwa bumi ini berkembang dari Mekah.</p>
<p>Sementara itu, ulama Dr. Syeikh Yusuf Al-Qaradhawy, mengatakan, sains modern akhirnya menunjukkan bukti bahwa Mekah berada di pusat bumi yang sebenarnya, yang sekaligus merupakan bukti tentang keagungan arah Kiblat.</p>
<p>Konperensi di Qatar itu juga membahas temuan seorang Muslim Perancis yang disebut arloji Mekah.</p>
<p>Arloji itu dilaporkan berputar berlawanan dengan arah jarum jam –yang biasanya berputar ke kanan– dan juga bisa menunjukkan arah Kiblat dari tempat manapun di dunia.</p>
<p>Konperensi Qatar merupakan bagian dari upaya dunia Islam untuk mencari bukti-bukti mengenai sains dari kitab suci Al-Quran.</p>
<p>Kecenderungan ini disebut Ijaz Al-Quran yang artinya adalah ‘keajabaiban kitab suci’.</p>
<p>Ide dasarnya adalah bahwa kebenaran ilmiah sudah tertera dalam Al-Quran, dan merupakan tugas para ilmuwan untuk mencari bukti yang sudah ada dalam ayat-ayatnya.</p>
<p>sumber : [bbc/iol/cha/www.hidayatullah.com]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cyberdakwah.net/2008/04/22/cendekiawan-muslim-usulkan-waktu-mekah-mengganti-gmt/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dariku Untuk Aktifis Dakwah</title>
		<link>http://www.cyberdakwah.net/2008/04/21/dariku-untuk-aktifis-dakwah/</link>
		<comments>http://www.cyberdakwah.net/2008/04/21/dariku-untuk-aktifis-dakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 08:11:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Taushiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cyberdakwah.net/2008/04/21/dariku-untuk-aktifis-dakwah/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ikhsan Pallawa
Ikhwatifillah, bagaimana kabar antum hari ini?
Dari  semua amanah yang diberikan kepada antum, pernahkah terucap ingin istirahat dari  amanah itu? Ana berharap kata-kata itu tidak pernah terucap akhi, sesungguhnya  kita akan istirahat dari amanah ini setelah langkah kaki kita menginjak pintu  syurga (Insya Allah).
Akhi wa ukhti, dakwah di kampus, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span class="style4">Oleh : Ikhsan Pallawa</span></p>
<p align="justify">Ikhwatifillah, bagaimana kabar antum hari ini?</p>
<p>Dari  semua amanah yang diberikan kepada antum, pernahkah terucap ingin istirahat dari  amanah itu? Ana berharap kata-kata itu tidak pernah terucap akhi, sesungguhnya  kita akan istirahat dari amanah ini setelah langkah kaki kita menginjak pintu  syurga (Insya Allah).</p>
<p>Akhi wa ukhti, dakwah di kampus, di masyarakat  memang berat. Bukan dakwah namanya kalau tidak ada rintangannya, dan sekecil  apapun rintangannya, pasti ada yang harus dikorbankan. Kader-kader yang antum  bina, Allah akan melihat siapa yang bersungguh-sungguh, diantara yang  bersungguh-sungguh itu Allah akan melihat siapa yang rela berkorban, diantara  yang rela berkorban itu Allah akan melihat siapa yang istiqamah dan diantara  yang istiqamah itu Allah akan melihat siapa yang hatinya ikhlas, dan  sesungguhnya Allah lah yang memberikan hidayah dan tugas kita hanyalah kerja,  kerja dan kerja.</p>
<p>Akhi wa ukhti “Sesungguhnya Allah telah membeli dari  orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk  mereka…….” Oleh karena itu tiada hak bagi kitauntuk menolak seruan dakwah  ini.</p>
<p>Akhi wa ukhti, ketahuilah kebahagiaan hati seorang muslim hanya  terletak pada agama ini, seperti kata seorang hamba yang bertaubat yang isi  hatinya dituangkan dalam buku yang berjudul “Saatnya Bertaubat” karya Muhammad  Bin Husain Ya’qub.<br />
“wahai pemuda islam, kamu tidak akan mendapatkan  kebahagiaan dalam wisata tidak pula dalm perbuatan-perbuatan kotor, kamu tidak  akan mendapatkannya atau mencium baunya, kecuali dalam komitmen dan istiqamah  dalam berkhidmat pada dien/agama Allah untuk menyeru kepada yang ma’ruf dan  mencegah dari yang munkar”.</p>
<p>Akhirulkalam, pesan buat para aktivis dakwah  “keep istiqamah”, dengan istiqamahlah akan lahir sebuah peradaban, dan satu  kalimat buat antum wa antunna “ana uhibbbukum fillah”.</p>
<p>Jazakallah  khair.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cyberdakwah.net/2008/04/21/dariku-untuk-aktifis-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Obsesi Pada Akhirat</title>
		<link>http://www.cyberdakwah.net/2008/04/16/obsesi-pada-akhirat/</link>
		<comments>http://www.cyberdakwah.net/2008/04/16/obsesi-pada-akhirat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 10:01:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Riayah Ma'nawiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cyberdakwah.net/2008/04/16/obsesi-pada-akhirat/</guid>
		<description><![CDATA[Sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa akhirat menjadi obsesinya, maka Allah menjadikan semua urusannya lancar, hatinya kaya dan dunia datang kepadanya dalam keadaan tunduk. Dan, barangsiapa dunia menjadi obsesinya, maka Allah mengacaukan semua urusannya, menjadikannya miskin dan dunia datang kepadanya sebatas yang ditakdirkan untuknya.” Ibnu Majah meriwayatkan dengan sanad shahih
Barangsiapa akhirat menjadi kesibukan utamanya dan obsesinya, maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa akhirat menjadi obsesinya, maka Allah menjadikan semua urusannya lancar, hatinya kaya dan dunia datang kepadanya dalam keadaan tunduk. Dan, barangsiapa dunia menjadi obsesinya, maka Allah mengacaukan semua urusannya, menjadikannya miskin dan dunia datang kepadanya sebatas yang ditakdirkan untuknya.” Ibnu Majah meriwayatkan dengan sanad shahih</p>
<p>Barangsiapa akhirat menjadi kesibukan utamanya dan obsesinya, maka setiap hari ia ingat perjalanan hidupnya kelak, apa pun yang ia lihat di dunia pasti ia hubungkan dengan akhirat, dan akhirat selalu ia sebut di setiap pembahasannya. Ia tidak bahagia kecuali karena akhirat, tidak sedih kecuali karena akhirat. Tidak ridha kecuali karena akhirat. Tidak marah kecuali krn akhirat. Tidak bergerak, kecuali karena akhirat. Dan tidak berusaha kecuali krn akhirat.</p>
<p>Siapa saja yang bisa seperti itu, ia diberi tiga kenikmatan oleh Allah Ta’ala. Nikmat yang Dia berikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki diantara hamba-hambaNya. Yaitu orang-orang yang menyiapkan jiwa mereka hanya untuk ALLAH Ta’ala dan tdk ada selain DIA yang masuk ke hati mereka, baik itu berhala-berhala dunia, atau perhiasan, atau pesonanya.</p>
<p>Nikmat tersebut adalah sebagai berikut:</p>
<p>1. Seluruh urusan lancar</p>
<p>Allah SWT memberinya ketentraman dan kedamaian, mengumpulkan semua idenya, meminimalkan sifat lupanya, mengharmoniskan keluarganya, menambah jalinan kasih sayang antara dirinya dan pasangannya, merukunkan anak-anaknya, mendekatkan anak2 padanya, menyatukan sanak kerabat, menjauhkan konflik dari mereka, mengumpulkan hartanya, ia tidak pusing memikirkan bisnisnya yg tdk begitu baik, tidak bertindak spt orang bodoh, membuat hati manusia terarah padanya, siapapun mencintainya dan melancarkan urusan-urusan yang lain.</p>
<p>2. Kaya hati</p>
<p>Nikmat yang paling agung adalah kaya hati, sebab Rasulullah SAW bersabda dalam hadits shahih, yg artinya; “ Kekayaan hakiki bukan berarti harta melimpah. Tapi, kekayaan ialah kekayaan hati” (HR. Muslim)</p>
<p>Imam Al Manawi berkata; maksudnya, kekayaan terpuji itu bukan banyak harta dan perabotan. Sebab banyak sekali orang dibuat kaya oleh Allah, namun kekayaannya yg banyak itu tidak bermanfaat baginya dan ia berambisi menambah kekayaannya, tanpa peduli dari mana sumbernya.</p>
<p>Ia seperti orang miskin, karena begitu kuat ambisinya. Orang ambisius itu miskin selama-lamanya. Tapi, kekayaan terpuji dan ideal menurut orang-orang sempurna adalah kekayaan hati.<br />
Di riwayat lain disebutkan kekayaan jiwa. Maksudnya, org yang punya kekayaan jiwa merasa tidak membutuhkan jatah rizkinya, menerimanya dengan lapang dada, dan ridha dengannya, tanpa memburu dan memintanya dengan menekan.</p>
<p>Barangsiapa dijaga jiwanya dari kerakusan, maka jiwanya tentram, agung, mendapatkan kebersihan, kemuliaan, dan pujian. Itu semua jauh lebih banyak ketimbang kekayaan yang diterima orang yg miskin hati. Kekayaan membuat org yg miskin hati terpuruk dalam hal-hal hina dan perbuatan-perbuatan murahan, karena kecilnya obsesi yang ia miliki. Akibatnya, ia menjadi org kerdil di mata orang, hina di jiwa mereka, dan menjadi orang paling hina.</p>
<p>Jika seseorang punya harta yang berlimpah, namun ia tidak qana’ah (merasa cukup) dengan rizki yang diberikan Allah SWT kpdnya, maka ia hidup terengah-engah spt binatang buas dan menjadikan hartanya sbg tuhan baru. Sungguh, ia orang miskin sejati, karena orang miskin ialah orang yang selalu tidak punya harta dan senantiasa merasa membutuhkannya.</p>
<p>Dikisahkan, seseorang berkata kepada orang zuhud, Ibrahim bin Adham, lalu berkata, “saya ingin anda menerima jubah ini dariku.” Ibrahim bin Adham berkata,”Kalau Anda kaya, saya mau menerima hadiah ini. Jika anda miskin, saya tdk mau menerimanya.” Orang itu berkata,”saya org kaya.”</p>
<p>Ibrahim bin Adham berkata,”Anda punya jubah berapa?” Orang itu menjawab,”Dua ribu jubah.” Ibrahim bin Adham berkata,”Apakah Anda ingin punya empat ribu jubah?” Orang itu menjawab, “Ya.” Ibrahim bin Adham berkata,”Kalau begitu anda miskin (karena masih butuh jubah lebih banyak lagi). Saya tidak mau menerima hadiah jubah ini darimu.”</p>
<p>3. Dunia datang kepadanya</p>
<p>Saat ia lari dari dunia, justru dunia mengejarnya dalam keadaan tunduk. Spt yg dikatan Ibnu Al-jauzi,” Dunia itu bayangan. Jika engkau berpaling dari bayangan, maka bayangan itu membuntutimu. Jika engkau memburu bayangan, maka bayangan menghindar darimu. Orang zuhud tidak menoleh kepada bayangan dan malah diikuti bayangan. Sedang org ambisius (rakus) tidak melihat bayangan setiapkali ia menoleh kepadanya.”</p>
<p>Sedang orang yang dunia menjadi obsesinya, ia hanya memikirkan dunia, bekerja karenanya, peduli kepadanya, tidak bahagia kecuali karenanya, tidak berteman dan memusuhi orang karenanya. Akibatnya, ia dihukum Allah dengan tiga hukuman;</p>
<p>1. Urusannya kacau</p>
<p>Allah SWT mengacaukan semua urusannya. Hatinya menjadi gundah tidak tenang, pikirannya kacau, jiwanya guncang dan kalut dalam hal yg sepele. Allah SWT mengacaukan hartanya, mengacaukan anak-anak dan pasangannya. Allah SWT membuat manusia antipati kepadanya. Tidak ada seorngpun yang mencintainya sebab Allah SWT menentukannya dibenci orang di bumi.</p>
<p>2. Selalu miskin</p>
<p>Hukuman ini membuatnya selalu tidak puas, padahal memiliki harta banyak. Ia senantiasa merasa miskin. Dan itu menjadikannya lari hingga terengah-engah di belakang harta.</p>
<p>3. Dunia lari darinya</p>
<p>Dunia selalu lari darinya. Ia memburu dunia tapi malah dijauhi dan ia berlari dibelakangnya, persis seperti orang yang mengira fatamorgana itu air. Ketika ia tiba di fatamorgana, ia tidak mendapatkan apa-apa.</p>
<p>Inilah yang membuat Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu berkata, “Obsesi dunia itu kegelapan di hati, sedang obsesi kepada akhirat itu cahaya di hati.”</p>
<p>Bagaimana karakteristik dari orang-orang yang terobsesi pada akhirat?<br />
Kita bisa mengukur dengan membandingkannya pada diri kita.<br />
Sebelumnya mengenai hal ini ada tiga kelompok orang dalam berobsesi thd akhirat:</p>
<p>1. Orang yang lebih sibuk dengan akhirat daripada dunia.<br />
Mereka mebuat hidupnya didominasi oleh akhirat. Dunia hanya diletakkan digenggaman tangannya bukan di hatinya. è kelompok orang yang sukses</p>
<p>2. Orang yang lebih sibuk dengan dunia daripada dengan akhirat<br />
Mereka begitu cinta dunia hingga dunia menguasainya dan membuatnya lupa total kepada akhirat dan mereka juga tidak tahu bahwa dunia itu jembatan menuju akhirat. è kelompok orang yang celaka</p>
<p>3. Orang yang sibuk dengan keduanya sekaligus.<br />
Mereka tidak ingin masuk pada kelompok pertama atau kedua, namun ingin mendapatkan sebagian karakteristik kelompok pertama dan sebagian kelompok kedua. è kelompok orang yang dalam kondisi kritis.</p>
<p>Tentunya kita tidak ingin masuk ke dalam kelompok kedua dan ketiga, karenanya kita perlu mengetahui karakteristik kelompok pertama yaitu orang-orang yang sukses.<br />
Karakteristik dari kelompok pertama antara lain:</p>
<p>1. Sedih karena akhirat<br />
Sedih karena akhirat membuat orang punya perasaan takut Allah Ta’ala meng-hisab dirinya pd Hari Kiamat, lalu ia meng-hisab dirinya sebelum ia dihisab kelak di akhirat.</p>
<p>2. Selalu mengadakan Muhasabah (evaluasi diri)<br />
Umar bin Khattab Ra berkata “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab. Timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang. Dan, bersiap-siaplah menghadapi Hari Kiamat.”</p>
<p>3. Selalu beramal utk akhirat<br />
Amal shalih bukan hanya shalat, puasa, membaca Al-qur’an dan dzikir, tapi amal shalih adalah apa saja yang dicintai Allah Ta’ala.</p>
<p>4. Trenyuh melihat pemandangan kematian<br />
Seorang tabi’in Ibrahim An Nakhai berkata, “Jika kami datang ke rumah orang yang meninggal atau mendengar ada orang yang meninggal dunia, hal itu membekas pada kami hingga berhari-hari, karena kami tahu ada sesuatu (ajal) datang pada org tersebut, lalu membawanya ke surga atau neraka”</p>
<p>Itulah pengingat bagi kita semua, bahwa sesungguhnya kehidupan ini adalah sarana untuk kembali kepada Allah, sekolah yang raportnya nanti akan dibagikan di akhirat. Mari kita sama-sama mengevaluasi diri kita, selalu meluruskan niat kita hanya kepada Allah dan berdoa kepada memohon ketetapan iman di hati sampai pada hari penutup kita nanti.</p>
<p>“Yaa muqollibalquluub tsabbit qolbiy alaa diinika” Wahai Dzat yang membolak-balik hati, kokohkan hatiku tetap berada di atas agamamu.</p>
<p>Wallahu’alam</p>
<p>-Taujih Ruhiyah, Al-Bilali, Abdul Hamid ( sumber : www.paksi.net )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cyberdakwah.net/2008/04/16/obsesi-pada-akhirat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenang Rantisi: Dokter yang Rindu Syahid</title>
		<link>http://www.cyberdakwah.net/2008/04/15/mengenang-rantisi-dokter-yang-rindu-syahid/</link>
		<comments>http://www.cyberdakwah.net/2008/04/15/mengenang-rantisi-dokter-yang-rindu-syahid/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 04:00:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tsaqofah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cyberdakwah.net/2008/04/15/mengenang-rantisi-dokter-yang-rindu-syahid/</guid>
		<description><![CDATA[Banyak dokter di muka bumi dengan berbagai macam keahlian dan spesialisasinya, tetapi sedikit sekali di antara mereka yang hafal Al-Qur’an dan merindukan syahid di jalan Allah, di antara yang sedikit itu adalah dokter Abdul Aziz Rantisi. Dokter Abdul Aziz Rantisi lahir pada tanggal 23 Oktober 1947 di desa Bina, terletak di antara Askalan dan Yafa. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak dokter di muka bumi dengan berbagai macam keahlian dan spesialisasinya, tetapi sedikit sekali di antara mereka yang hafal Al-Qur’an dan merindukan syahid di jalan Allah, di antara yang sedikit itu adalah dokter Abdul Aziz Rantisi. Dokter Abdul Aziz Rantisi lahir pada tanggal 23 Oktober 1947 di desa Bina, terletak di antara Askalan dan Yafa. Memiliki nama lengkap Abdul Aziz Ali Abdul Hafidz Ar Rantisi merupakan seorang dokter spesialis anak yang pernah bertugas di Rumah Sakit Naser, di lingkungan Kamp Khan Yunis, Jalur Gaza pada tahun 1976.</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Beliau aktif disejumlah organisasi dintaranya sebagai anggota Komite Islam, Organisasi Kedokteran Arab di Jalur Gaza. Menjadi dosen di Universitas Islam Gaza sejak dibuka pada tahun 1987 dengan memberikan mata kuliah Ilmu Genetik dan Parasit.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><img src="http://eramuslim.com/fckfiles/image/rantisi.jpg" align="right" border="1" width="180" hspace="6" vspace="6" />Banyak dokter di muka bumi dengan<span lang="FI">Abdul Aziz Rantisi merupakan murid dari Syekh Ahmad Yasin, tokoh spiritual, qiyadah/ pemimpin pejuang Palestina melawan penjajah Zionis Israel di abad modern ini. Di bawah bimbingan Syekh Yasin, Abdul Aziz Rantisi dapat memahami arti kehidupan dan perjuangan untuk meraih kesuksesan/ keberuntungan yang sesungguhnya, tegar dalam menghadapi cobaan, tidak terbuai dengan godaan dunia dan yang lebih penting lagi adalah bercita-citanya untuk mati syahid.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Beliau pernah dipenjara ditahanan Kaffar Yunah bersama Sang Guru, Syekh Ahmad Yasin dan beberapa pejuang Palestina lainnya dari Hamas. Di penjara tersebut Abdul Aziz Rantisi melakukan muraja’ah (mengulang) Al-Qur’an yang sudah hafal diluar kepalanya sejak tahun 1990. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. <span lang="SV">Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.<br />
</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Untuk merealisasikan cita-citanya untuk mati syahid, selain berdo’a, beliau berjuang dengan ikhlas, tidak cinta dunia, tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah, tidak mau kompromi dengan Zionis Israel, penjajah yang akan menghancurkan masjid Al-Aqsha, kiblat umat Islam pertama.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Ketika Syekh Ahmad Yasin syahid, Senin, 22 Maret 2004 karena dirudal penjajah Zionis Israel. Maka estafeta/ kelanjutan tampuk qiyadah/ kepemimpinan Hamas diembannya dengan penuh tanggung jawab dan amanah. Beliau sebagai qiyadah/pemimpin pengganti Syekh Ahmad Yasin sangat hati-hati terhadap uang atau materi dan amanah merupakan bagian dari hidupnya, sehingga beliau ditsiqahi (dipercaya) oleh pengikut dan pendukungnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Ada kata-kata hikmah yang menjelaskan Tiada Tsiqah Tanpa Amanah, artinya bagaimana mungkin seseorang akan tsiqah (percaya) kalau orang yang diberi amanah apalagi sebagai qiyadah/ pemimpin dalam bermuamalah dengan anggota atau umat tidak amanah, berbohong, bersilat lidah untuk memperkaya diri atau menyelamat diri sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Syekh Abu Bakar Al-‘Awawidah, anggota Rabithah Ulama Palestina di Suriah ketika berkunjung ke Indonesia, tepatnya hari Jum’at, 28 September 2007/17 Ramadhan 1428H bercerita kepada penulis tentang saat-saat terakhir kehidupan dr. Abdul Aziz Rantisi setelah dihantam roket penjajah Zionis Israel, Ketika badannya dipenuhi darah, kondisi sudah mulai agak lemah, beliau (Abdul Aziz Rantisi) menunjuk ke kantong celananya, pengawalnya tidak paham apa maksudnya, setelah tangan pengawalnya dimasukkan ke kantong celana dr. Abdul Aziz Rantisi tampaklah beberapa uang, dr. Abdul Aziz Rantisi dengan kondisi tubuh yang sudah lemah meyampaikan pesan kepada pengawalnya, berikan uang tersebut kepada si fulan, Subhanallah, Allah memberikan kesempatan dan peluang kepada dr. Abdul Aziz Rantisi untuk meninggalkan dunia tanpa beban dan hutang serta menunaikan amanah untuk disampaikan kepada yang berhak.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Bahkan sehari sebelum dihantam roket penjajah Zionis Israel, beliau sudah mengambil uang tabungan gajinya selama mengajar di Universitas Islam Gaza dan menghitung hutang yang akan dilunasinya. Termasuk beliau memberikan bantuan untuk biaya pernikahan anaknya, Ahmad. Setelah itu beliau berkata, ”Sekarang, jika saya menemui Tuhanku, maka aku dalam keadaan bersih. Saya tidak memiliki apa-apa dan tidak ada tanggungan apa-apa.”<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Pada hari Sabtu, 25 Shafar 1425/ 17 April 2004, dokter yang rindu syahid, dr. Abdul Aziz Rantisi dihantam rudal zionis Israel, Innalillahi wainna ilaihi raji’un (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali), QS: Al-Baqarah/ 2: 156, maka tercapailah keinginannya seperti kalimat yang pernah dia ucapkannya: Kita akan mati suatu hari nanti, tiada apa yang dapat mengubahnya. Jika maut disebabkan Apache (helikopter tempur buatan Amerika) atau serangan jantung, saya lebih rela memilih Apache&#8230;&#8221;<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span lang="SV">Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki.</span></em><span lang="SV">(QS: Ali Imran/3: 169). <span lang="FI">H. </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span lang="FI">sumber : www.eramuslim.com (<em>Ferry nur S.Si/ Sekjen KISPA ferryn2006@yahoo.co.id/rz</em>)</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cyberdakwah.net/2008/04/15/mengenang-rantisi-dokter-yang-rindu-syahid/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>22 Tanda Iman Anda Sedang Lemah</title>
		<link>http://www.cyberdakwah.net/2008/04/14/22-tanda-iman-anda-sedang-lemah/</link>
		<comments>http://www.cyberdakwah.net/2008/04/14/22-tanda-iman-anda-sedang-lemah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 05:05:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Riayah Ma'nawiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cyberdakwah.net/2008/04/14/22-tanda-iman-anda-sedang-lemah/</guid>
		<description><![CDATA[Ada beberapa tanda-tanda yang menunjukkan iman sedang lemah. Setidaknya ada 22 tanda yang dijabarkan dalam artikel ini. Tanda-tanda tersebut adalah:
1. Ketika Anda sedang melakukan kedurhakaan atau dosa. Hati-hatilah! Sebab, perbuatan dosa jika dilakukan berkali-kali akan menjadi kebiasaan. Jika sudah menjadi kebiasaan, maka segala keburukan dosa akan hilang dari penglihatan Anda. Akibatnya, Anda akan berani melakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada beberapa tanda-tanda yang menunjukkan iman sedang lemah. Setidaknya ada 22 tanda yang dijabarkan dalam artikel ini. Tanda-tanda tersebut adalah:</p>
<p>1. Ketika Anda sedang melakukan kedurhakaan atau dosa. Hati-hatilah! Sebab, perbuatan dosa jika dilakukan berkali-kali akan menjadi kebiasaan. Jika sudah menjadi kebiasaan, maka segala keburukan dosa akan hilang dari penglihatan Anda. Akibatnya, Anda akan berani melakukan perbuatan durhaka dan dosa secara terang-terangan.</p>
<p>Ketahuilah, Rasululllah saw. pernah berkata, “Setiap umatku mendapatkan perlindungan afiat kecuali orang-orang yang terang-terangan. Dan, sesungguhnya termasuk perbuatan terang-terangan jika seseorang melakukan suatu perbuatan pada malam hari, kemudian dia berada pada pagi hari padahal Allah telah menutupinya, namun dia berkata, ‘Hai fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begini,’ padahal sebelum itu Rabb-nya telah menutupi, namun kemudian dia menyibak sendiri apa yang telah ditutupi Allah dari dirinya.” (Bukhari, 10/486)</p>
<p>Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri yang si saat mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.” (Bukhari, hadits nomor 2295 dan Muslim, hadits nomor 86)</p>
<p>2. Ketika hati Anda terasa begitu keras dan kaku. Sampai-sampai menyaksikan orang mati terkujur kaku pun tidak bisa menasihati dan memperlunak hati Anda. Bahkan, ketika ikut mengangkat si mayit dan menguruknya dengan tanah. Hati-hatilah! Jangan sampai Anda masuk ke dalam ayat ini, “Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.” (Al-Baqarah:74)</p>
<p>3. Ketika Anda tidak tekun dalam beribadah. Tidak khusyuk dalam shalat. Tidak menyimak dalam membaca Al-Qur’an. Melamun dalam doa. Semua dilakukan sebagai rutinitas dan refleksi hafal karena kebiasaan saja. Tidak berkonsentrasi sama sekali. Beribadah tanpa ruh. Ketahuilah! Rasulullah saw. berkata, “Tidak akan diterima doa dari hati yang lalai dan main-main.” (Tirmidzi, hadits nomor 3479)</p>
<p>4. Ketika Anda terasas malas untuk melakukan ketaatan dan ibadah. Bahkan, meremehkannya. Tidak memperhatikan shalat di awal waktu. Mengerjakan shalat ketika injury time, waktu shalat sudah mau habis. Menunda-nunda pergi haji padahal kesehatan, waktu, dan biaya ada. Menunda-nunda pergi shalat Jum’at dan lebih suka barisan shalat yang paling belakang. Waspadalah jika Anda berprinsip, datang paling belakangan, pulang paling duluan. Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda, “Masih ada saja segolongan orang yang menunda-nunda mengikuti shaff pertama, sehingga Allah pun menunda keberadaan mereka di dalam neraka.” (Abu Daud, hadits nomor 679)</p>
<p>Allah swt. menyebut sifat malas seperti itu sebagai sifat orang-orang munafik. “Dan, apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas.”</p>
<p>Jadi, hati-hatilah jika Anda merasa malas melakukan ibadah-ibadah rawatib, tidak antusias melakukan shalat malam, tidak bersegera ke masjid ketika mendengar panggilan azan, enggan mengerjakan shalat dhuha dan shalat nafilah lainnya, atau mengentar-entarkan utang puasa Ramadhan.</p>
<p>5. Ketika hati Anda tidak merasa lapang. Dada terasa sesak, perangai berubah, merasa sumpek dengan tingkah laku orang di sekitar Anda. Suka memperkarakan hal-hal kecil lagi remeh-temeh. Ketahuilah, Rasulullah saw. berkata, “Iman itu adalah kesabaran dan kelapangan hati.” (As-Silsilah Ash-Shahihah, nomor 554)</p>
<p>6. Ketika Anda tidak tersentuh oleh kandungan ayat-ayat Al-Qur’an. Tidak bergembira ayat-ayat yang berisi janji-janji Allah. Tidak takut dengan ayat-ayat ancaman. Tidak sigap kala mendengar ayat-ayat perintah. Biasa saja saat membaca ayat-ayat pensifatan kiamat dan neraka. Hati-hatilah, jika Anda merasa bosan dan malas untuk mendengarkan atau membaca Al-Qur’an. Jangan sampai Anda membuka mushhaf, tapi di saat yang sama melalaikan isinya.</p>
<p>Ketahuilah, Allah swt. berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (Al-Anfal:2)</p>
<p>7. Ketika Anda melalaikan Allah dalam hal berdzikir dan berdoa kepada-Nya. Sehingga Anda merasa berdzikir adalah pekerjaan yang paling berat. Jika mengangkat tangan untuk berdoa, secepat itu pula Anda menangkupkan tangan dan menyudahinya. Hati-hatilah! Jika hal ini telah menjadi karakter Anda. Sebab, Allah telah mensifati orang-orang munafik dengan firman-Nya, “Dan, mereka tidak menyebut Allah kecuali hanya sedikit sekali.” (An-Nisa:142)</p>
<p>8. Ketika Anda tidak merasa marah ketika menyaksikan dengan mata kepala sendiri pelanggaran terhadap hal-hal yang diharamkan Allah. Ghirah Anda padam. Anggota tubuh Anda tidak tergerak untuk melakukan nahyi munkar. Bahkan, raut muka Anda pun tidak berubah sama sekali.</p>
<p>Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda, “Apabila dosa dikerjakan di bumi, maka orang yang menyaksikannya dan dia membencinya –dan kadang beliau mengucapkan: mengingkarinya–, maka dia seperti orang yang tidak menyaksikannya. Dan, siapa yang tidak menyaksikannya dan dia ridha terhadap dosa itu dan dia pun ridha kepadanya, maka dia seperti orang yang menyaksikannya.” (Abu Daud, hadits nomor 4345).</p>
<p>Ingatlah, pesan Rasulullah saw. ini, “Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Kalau tidak sanggup, maka dengan hatinya, dan ini adalah selemah-lemahnya iman.” (Bukhari, hadits nomor 903 dan Muslim, hadits nomor 70)</p>
<p>9. Ketika Anda gila hormat dan suka publikasi. Gila kedudukan, ngebet tampil sebagai pemimpin tanpa dibarengi kemampuan dan tanggung jawab. Suka menyuruh orang lain berdiri ketika dia datang, hanya untuk mengenyangkan jiwa yang sakit karena begitu gandrung diagung-agungkan orang. Narsis banget!</p>
<p>Allah berfirman, “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Luqman:18)</p>
<p>Nabi saw. pernah mendengar ada seseorang yang berlebihan dalam memuji orang lain. Beliau pun lalu bersabda kepada si pemuji, “Sungguh engkau telah membinasakan dia atau memenggal punggungnya.” (Bukhari, hadits nomor 2469, dan Muslim hadits nomor 5321)</p>
<p>Hati-hatilah. Ingat pesan Rasulullah ini, “Sesungguhnya kamu sekalian akan berhasrat mendapatkan kepemimpinan, dan hal itu akan menjadikan penyesalan pada hari kiamat. Maka alangkah baiknya yang pertama dan alangkah buruknya yang terakhir.” (Bukhari, nomor 6729)</p>
<p>“Jika kamu sekalian menghendaki, akan kukabarkan kepadamu tentang kepemimpinan dan apa kepemimpinan itu. Pada awalnya ia adalah cela, keduanya ia adalah penyesalan, dan ketiganya ia adalah azab hati kiamat, kecuali orang yang adil.” (Shahihul Jami, 1420).</p>
<p>Untuk orang yang tidak tahu malu seperti ini, perlu diingatkan sabda Rasulullah saw. yang berbunyi, “Iman mempunyai tujuh puluh lebih, atau enam puluh lebih cabang. Yang paling utama adalah ucapan ‘Laa ilaaha illallah’, dan yang paling rendah adalah menghilangkan sesuatu yang mengganggu dari jalanan. Dan malu adalah salah satu cabang dari keimanan.” (Bukhari, hadits nomor 8, dan Muslim, hadits nomor 50)</p>
<p>“Maukah kalian kuberitahu siapa penghuni neraka?” tanya Rasulullah saw. Para sahabat menjawab, “Ya.” Rasulullah saw. bersabda, “Yaitu setiap orang yang kasar, angkuh, dan sombong.” (Bukhari, hadits 4537, dan Muslim, hadits nomor 5092)</p>
<p>10. Ketika Anda bakhil dan kikir. Ingatlah perkataan Rasulullah saw. ini, “Sifat kikir dan iman tidak akan bersatu dalam hati seorang hamba selama-lamanya.” (Shahihul Jami’, 2678)</p>
<p>11. Ketika Anda mengatakan sesuatu yang tidak Anda perbuat. Ingat, Allah swt. benci dengan perbuatan seperti itu. “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tiada kamu perbuat.” (Ash-Shaff:2-3)</p>
<p>Apakah Anda lupa dengan definisi iman? Iman itu adalah membenarkan dengan hati, diikrarkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan. Jadi, harus konsisten.</p>
<p>12. Ketika Anda merasa gembira dan senang jika ada saudara sesama muslim mengalami kesusahan. Anda merasa sedih jika ada orang yang lebih unggul dari Anda dalam beberapa hal.</p>
<p>Ingatlah! Kata Rasulullah saw, “Tidak ada iri yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harga, ia menghabiskannya dalam kebaikan; dan terhadap orang yang Allah berikan ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang lain.” (Bukhari, hadits nomor 71 dan Muslim, hadits nomor 1352)</p>
<p>Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw., “Orang Islam yang manakah yang paling baik?” Rasulullah saw. menjawab, “Orang yang muslimin lain selamat dari lisan dan tangannya.” (Bukhari, hadits nomor 9 dan Muslim, hadits nomor 57)</p>
<p>13. Ketika Anda menilai sesuatu dari dosa apa tidak, dan tidak mau melihat dari sisi makruh apa tidak. Akibatnya, Anda akan enteng melakukan hal-hal yang syubhat dan dimakruhkan agama. Hati-hatilah! Sebab, Rasulullah saw. pernah bersabda, “Barangsiapa yang berada dalam syubhat, berarti dia berada dalam yang haram, seperti penggembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar tanaman yang dilindungi yang dapat begitu mudah untuk merumput di dalamnya.” (Muslim, hadits nomor 1599)</p>
<p>Iman Anda pasti dalam keadaan lemah, jika Anda mengatakan, “Gak apa. Ini kan cuma dosa kecil. Gak seperti dia yang melakukan dosa besar. Istighfar tiga kali juga hapus tuh dosa!” Jika sudah seperti ini, suatu ketika Anda pasti tidak akan ragu untuk benar-benar melakukan kemungkaran yang besar. Sebab, rem imannya sudah tidak pakem lagi.</p>
<p>14. Ketika Anda mencela hal yang makruf dan punya perhatian dengan kebaikan-kebaikan kecil. Ini pesan Rasulullah saw., “Jangan sekali-kali kamu mencela yang makruf sedikitpun, meski engkau menuangkan air di embermu ke dalam bejana seseorang yang hendak menimba air, dan meski engkau berbicara dengan saudarmu sedangkan wajahmu tampak berseri-seri kepadanya.” (Silsilah Shahihah, nomor 1352)</p>
<p>Ingatlah, surga bisa Anda dapat dengan amal yang kelihatan sepele! Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang menyingkirkan gangguan dari jalan orang-orang muslim, maka ditetapkan satu kebaikan baginya, dan barangsiapa yang diterima satu kebaikan baginya, maka ia akan masuk surga.” (Bukhari, hadits nomor 593)</p>
<p>15. Ketika Anda tidak mau memperhatikan urusan kaum muslimin dan tidak mau melibatkan diri dalam urusan-urusan mereka. Bahkan, untuk berdoa bagi keselamatan mereka pun tidak mau. Padahal seharusnya seorang mukmin seperti hadits Rasulullah ini, “Sesungguhnya orang mukmin dari sebagian orang-orang yang memiliki iman adalah laksana kedudukan kepala dari bagian badan. Orang mukmin itu akan menderita karena keadaan orang-orang yang mempunyai iman sebagaimana jasad yang ikut menderita karena keadaan di kepala.” (Silsilah Shahihah, nomor 1137)</p>
<p>16. Ketika Anda memutuskan tali persaudaraan dengan saudara Anda. “Tidak selayaknya dua orang yang saling kasih mengasihi karean Allah Azza wa Jalla atau karena Islam, lalu keduanya dipisahkan oleh permulaan dosa yang dilakukan salah seorang di antara keduanya,” begitu sabda Rasulullah saw. (Bukhari, hadits nomor 401)</p>
<p>17. Ketika Anda tidak tergugah rasa tanggung jawabnya untuk beramal demi kepentingan Islam. Tidak mau menyebarkan dan menolong agama Allah ini. Merasa cukup bahwa urusan dakwah itu adalah kewajiban para ulama. Padahal, Allah swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penolong-penolong (agama) Allah.” (Ash-Shaff:14)</p>
<p>18. Ketika Anda merasa resah dan takut tertimpa musibah; atau mendapat problem yang berat. Lalu Anda tidak bisa bersikap sabar dan berhati tegar. Anda kalut. Tubuh Anda gemetar. Wajah pucat. Ada rasa ingin lari dari kenyataan. Ketahuilah, iman Anda sedang diuji Allah. “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka belum diuji.” (Al-Ankabut:2)</p>
<p>Seharusnya seorang mukmin itu pribadi yang ajaib. Jiwanya stabil. “Alangkah menakjubkannya kondisi orang yang beriman. Karena seluruh perkaranya adalah baik. Dan hal itu hanya terjadi bagi orang yang beriman, yaitu jika ia mendapatkan kesenangan maka ia bersyukur dan itu menjadi kebaikan baginya; dan jika ia tertimpa kesulitan dia pun bersabar, maka hal itu menjadi kebaikan baginya.” (Muslim)</p>
<p>19. Ketika Anda senang berbantah-bantahan dan berdebat. Padahal, perbuatan itu bisa membuat hati Anda keras dan kaku. “Tidaklah segolongan orang menjadi tersesat sesudah ada petunjuk yang mereka berada pada petunjuk itu, kecuali jika mereka suka berbantah-bantahan.” (Shahihul Jami’, nomor 5633)</p>
<p>20. Ketika Anda bergantung pada keduniaan, menyibukkan diri dengan urusan dunia, dan merasa tenang dengan dunia. Orientasi Anda tidak lagi kepada kampung akhirat, tapi pada tahta, harta, dan wanita. Ingatlah, “Dunia itu penjara bagi orang yang beriman, dan dunia adalah surga bagi orang kafir.” (Muslim)</p>
<p>21. Ketika Anda senang mengucapkan dan menggunakan bahasa yang digunakan orang-orang yang tidak mencirikan keimanan ada dalam hatinya. Sehingga, tidak ada kutipan nash atau ucapan bermakna semisal itu dalam ucapan Anda.</p>
<p>Bukankah Allah swt. telah berfirman, “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: ‘Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia’.” (Al-Israa’:53)</p>
<p>Seperti inilah seharusnya sikap seorang yang beriman. “Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: ‘Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil.’” (Al-Qashash:55)</p>
<p>Nabi saw. bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau diam.” (Bukhari dan Muslim)</p>
<p>22. Ketika Anda berlebih-lebihan dalam masalah makan-minum, berpakaian, bertempat tinggal, dan berkendaraan. Gandrung pada kemewahan yang tidak perlu. Sementara, begitu banyak orang di sekeliling Anda sangat membutuhkan sedikit harta untuk menyambung hidup.</p>
<p>Ingat, Allah swt. telah mengingatkan hal ini, ”Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Al-A’raf:31). Bahkan, Allah swt. menyebut orang-orang yang berlebihan sebagai saudaranya setan. Karena itu Allah memerintahkan kita untuk, “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang terdekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.” (Al-Isra’:26)</p>
<p>Rasulullah saw. bersabda, “Jauhilah hidup mewah, karena hamba-hamba Allah itu bukanlah orang-orang yang hidup mewah.” (Al-Silsilah Al-Shahihah, nomor 353).</p>
<p>sumber : <a href="http://www.dakwatuna.com/">www.dakwatuna.com</a> Penulis : Muhammad Bugi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cyberdakwah.net/2008/04/14/22-tanda-iman-anda-sedang-lemah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tahukah anda? : April Mop, Tragedi Pembantaian Umat Islam Spanyol</title>
		<link>http://www.cyberdakwah.net/2008/04/01/tahukah-anda-april-mop-tragedi-pembantaian-umat-islam-spanyol/</link>
		<comments>http://www.cyberdakwah.net/2008/04/01/tahukah-anda-april-mop-tragedi-pembantaian-umat-islam-spanyol/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 05:32:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tsaqofah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cyberdakwah.net/2008/04/01/tahukah-anda-april-mop-tragedi-pembantaian-umat-islam-spanyol/</guid>
		<description><![CDATA[Setiap kali menjelang tanggal 1 April, banyak diantara kita begitu terbawa dengan budaya &#8216;pandang ke barat&#8217;, dan mereka menjadi begitu sibuk sekali. Kepala mereka penuh dengan rencana dan mencari mangsa-mangsa untuk dipermain-mainkan. Bahkan sewaktu sedang bekerja atau sedang makan pun kepala mereka mencari cara dan membuat rencana &#8216;penganiayaan&#8217; ini.
Yang penting mereka ingin puas melihat muka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap kali menjelang tanggal 1 April, banyak diantara kita begitu terbawa dengan budaya &#8216;pandang ke barat&#8217;, dan mereka menjadi begitu sibuk sekali. Kepala mereka penuh dengan rencana dan mencari mangsa-mangsa untuk dipermain-mainkan. Bahkan sewaktu sedang bekerja atau sedang makan pun kepala mereka mencari cara dan membuat rencana &#8216;penganiayaan&#8217; ini.</p>
<p>Yang penting mereka ingin puas melihat muka mangsa-mangsa gurauan April Mop mereka merah padam karena dipermain-mainkan. Bagaimanapun, tanpa mereka sadari, kadang guyonan-guyonan biasa atau &#8216;practical jokes&#8217; yang dilakukan dapat menjadikan perselisihan dan penyesalan yang berkepanjangan.</p>
<p><img src="http://swaramuslim.net/images/uploads/icon_aprilfools.gif" alt="image" name="image" align="left" border="0" hspace="5" width="100" /><img src="http://swaramuslim.net/images/uploads/sejarah_islam/Crusade-02.jpg" align="right" height="180" hspace="5" width="150" />Tiap tanggal 1 April, ada saja orang—terutama anak-anak muda—yang merayakan hari tersebut dengan membuat aneka kejutan atau sesuatu keisengan. April Fools Day, demikian orang Barat menyebut hari tanggal 1 April atau lebih popular disebut sebagai ‘April Mop’. Namun tahukah Anda jika perayaan tersebut sesungguhnya berasal dari sejarah pembantaian tentara Salib terhadap Muslim Spanyol yang memang didahului dengan upaya penipuan? Inilah sejarahnya yang disalin kembali sebagiannya dari buku “<strong>Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Halloween: So What?</strong>” (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar, 2005)</p>
<p><strong><font size="3">SEJARAH APRIL MOP</font></strong><br />
<img src="http://swaramuslim.net/images/uploads/syariat_iblis/April-Fool-01.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" height="180" hspace="5" width="150" />Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April’s Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.</p>
<p>Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tariq_ibn-Ziyad" target="_blank"><strong>Thariq bin Ziyad</strong></a> <img src="http://swaramuslim.net/images/emoticons/link.gif" />, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.</p>
<p>Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur&#8217;an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur&#8217;an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.</p>
<p>Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.</p>
<p><img src="http://swaramuslim.net/images/uploads/sejarah_islam/Crusade-03.jpg" align="right" height="180" hspace="5" width="150" />Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.</p>
<p>Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan.</p>
<p>Tidak hanya pasukan Islam yang idbantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis.</p>
<p>Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.</p>
<p>Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah.</p>
<p><img src="http://swaramuslim.net/images/uploads/sejarah_islam/Crusade-01.jpg" align="right" height="180" hspace="5" width="150" />Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentara Salib.</p>
<p>Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.</p>
<p>Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya.</p>
<p>Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah itinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.</p>
<p><img src="http://swaramuslim.net/images/uploads/sejarah_islam/Crusade-04.jpg" align="right" height="180" hspace="5" width="150" />Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.</p>
<p>Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.</p>
<p>Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day).</p>
<p>Bagi umat Islam April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam.</p>
<p>sumber : http://swaramuslim.net/galery/more.php?id=5910_0_18_0_M</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cyberdakwah.net/2008/04/01/tahukah-anda-april-mop-tragedi-pembantaian-umat-islam-spanyol/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Penelitian Psikolog Kanada: Bersedekah Membuat Bahagia !</title>
		<link>http://www.cyberdakwah.net/2008/04/01/penelitian-psikolog-kanada-bersedekah-membuat-bahagia/</link>
		<comments>http://www.cyberdakwah.net/2008/04/01/penelitian-psikolog-kanada-bersedekah-membuat-bahagia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 05:21:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cyberdakwah.net/2008/04/01/penelitian-psikolog-kanada-bersedekah-membuat-bahagia/</guid>
		<description><![CDATA[Penelitian psikolog Kanada terbaru menunjukkan, makin banyak uang yang Anda sumbangkan menolong sesama, maka Anda makin bahagia!
Semakin besar uang yang dibelanjakan orang untuk menolong sesama, atau dalam rangka memberi hadiah untuk orang lain, maka si dermawan tersebut akan bertambah bahagia. Demikian hasil kajian Elizabeth Dunn, pakar psikologi dari  University of British Columbia, Vancouver, Kanada.
Rincian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penelitian psikolog Kanada terbaru menunjukkan, makin banyak uang yang Anda sumbangkan menolong sesama, maka Anda makin bahagia!<br />
Semakin besar uang yang dibelanjakan orang untuk menolong sesama, atau dalam rangka memberi hadiah untuk orang lain, maka si dermawan tersebut akan bertambah bahagia. Demikian hasil kajian Elizabeth Dunn, pakar psikologi dari  University of British Columbia, Vancouver, Kanada.<br />
Rincian penelitian ini diterbitkan baru-baru ini di jurnal ilmiah terkemuka dunia, Science, volume 319, tanggal 21 Maret 2008. Dimuat di halaman 1687-1688, karya ilmiah mengejutkan itu terpampang dengan judul “Spending Money on Others Promotes Happiness” (Membelanjakan Uang untuk Orang Lain Meningkatkan Kebahagiaan).</p>
<p style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left"><img src="http://hidayatullah.com/images/stories/zakat.jpg" height="241" width="170" /></p>
<p style="float: left">Memenangkan undian atau kuis berhadiah uang miliaran barangkali merupakan simbol kebahagiaan. Namun, penelitian terkini tersebut menjungkirbalikkan ilmu ekonomi yang selama ini diajarkan turun-temurun tersebut.</p>
<p>Temuan itu menunjukkan, yang terpenting bukanlah jumlah uang yang kita punya, tetapi bagaimana kita membelanjakannya! Orang yang menyedekahkan uangnya untuk membantu mereka yang membutuhkan, atau berbelanja hadiah untuk diberikan kepada orang lain ternyata lebih bahagia daripada mereka yang menghamburkan uang untuk kepuasan diri sendiri.</p>
<p>Penelitian terkait sekitar 3 tahun sebelumnya memperlihatkan bahwa kaum kaya sedikit lebih bahagia daripada kaum miskin. Akan tetapi kaitan antara kekayaan dan kebahagiaan tersebut lemah, dan pakar ekonomi berusaha keras mencari penjelasan atas pertanyaan, misalnya, mengapa di Amerika Serikat warganya tidak menjadi lebih bahagia ketika harta benda mereka semakin berlimpah.</p>
<p>Demikian tulis Elsa Youngsteadt yang mengulas hasil penelitian Elizabeth Dunn itu di ScienceNOW Daily News, 20 Maret 2008 dengan judul “The Secret to Happiness? Giving”. (Rahasia Menuju Bahagia? Memberi). Hasil temuan yang sama ini dikupas oleh Brendan Borrell di majalah ilmiah kondang, Nature, di bawah judul “Money buys happiness. Especially if you give it away.” (Uang membeli kebahagiaan. Terutama jika Anda Menghadiahkannya).</p>
<p>Sang peneliti, pakar psikologi sosial, Elizabeth Dunn, dalam kajiannya ingin menemukan jenis pembelanjaan uang seperti apa yang sebenarnya membuat orang bahagia. Ia dan rekannya meneliti 109 mahasiswa universitasnya. Tidak heran, kebanyakan berkata bahwa mereka lebih bahagia dengan uang 20 dolar ketimbang hanya 5 dolar. Para mahasiswa itu menambahkan bahwa mereka akan membelanjakannya untuk diri sendiri ketimbang untuk orang lain.</p>
<p>Di sisi lain, Dunn dan timnya memberi 46 mahasiswa lain dengan amplop berisi uang 5 dolar atau 20 dolar, tapi tidak membiarkan mereka bebas memilih untuk apa uang tersebut akan dibelanjakan. Yang dilakukan peneliti itu adalah menyuruh mereka membelanjakan uang itu untuk hal-hal tertentu.</p>
<p>Menariknya, mahasiswa yang mengeluarkan uang untuk amal kemanusiaan atau membeli hadiah untuk orang lain pada akhirnya lebih bahagia dibandingkan mereka yang membelanjakan untuk kepentingan pribadi, seperti melunasi rekening atau bersenang-senang.</p>
<p>Ternyata fenomena ini tidak berlaku untuk kalangan mahasiswa saja. Kelompok penelitian Dunn juga melakukan jajak pendapat pada 16 karyawan di sebuah perusahaan di Boston sebelum dan sesudah mereka mendapatkan bonus dengan beragam besaran. Selain itu Dunn dan rekannya mengumpulkan data tentang gaji, pengeluaran, dan tingkat kebahagiaan dari 632 orang di seantero Amerika Serikat.</p>
<p>Kesimpulannya sungguh menarik. Di kedua kelompok orang tersebut, kebahagiaan ternyata ada hubungannya dengan jumlah uang yang dikeluarkan untuk orang lain daripada jumlah absolut bonus atau gaji.</p>
<p>Hasil temuan ini “membenarkan dugaan kami lebih kuat daripada yang berani kami impikan,” kata Dunn. Pengaruh membelanjakan uang demi kebaikan orang lain mungkin mirip olah raga yang memiliki pengaruh seketika maupun dampak jangka panjang, papar Dunn sebagaimana ditulis Elsa Youngsteadt.<br />
Satu kali memberi mungkin menjadikan seseorang bahagia dalam sehari, tapi ketika kebiasaan memberi ini menjadi sebuah cara hidup, dampak kebahagiaan itu bisa menjadi sangat lama, papar Dunn.</p>
<p>Yang tak kalah menarik, di akhir tulisan ilmiahnya, sang pakar, Dunn, berharap bahwa temuannya itu suatu saat bisa dijadikan bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan dalam menganjurkan sikap kedermawanan kepada warganya yang mengabaikan manfaat sikap positif ini. Menurutnya, hal ini dalam rangka menciptakan warga negara yang cenderung memberikan harta mereka untuk kebaikan orang lain, sehingga bertambahnya kekayaan warga beriringan dengan semakin meningkatnya kebahagiaan warga negeri tersebut.</p>
<p>Pakar ekonomi Andrew Oswald dari University of Warwick, Inggris, menganjurkan bahwa hasil kajian ini perlu dikukuhkan lebih lanjut dengan memperbesar jumlah orang yang diteliti, hingga mendekati 1000 orang, agar kesimpulannya benar-benar meyakinkan. Terlepas dari itu, Oswald berujar bahwa hasil penelitian Dunn bakal mengejutkan kebanyakan pakar ekonomi. Sebab selama ini mereka beranggapan bahwa membelanjakan uang untuk diri sendiri memberikan kebahagiaan terbesar.</p>
<p>“Ini adalah hasil temuan yang membuat penasaran yang tidak akan Anda temukan di 101 buku pelajaran Ekonomi,” kata Oswald. (cs/ScienceNOW Daily News/www.hidayatullah.com]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cyberdakwah.net/2008/04/01/penelitian-psikolog-kanada-bersedekah-membuat-bahagia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
